Disitu kami menyewa sebuah villa yang tidak terlalu besar, terdiri dari satu ruang tengah dan dua kamar, lumayan nyaman untuk ditinggali beberapa hari.
Ketika sampai kami langsung membagi tugas. Ayah ku mencari kayu bakar, Ibu menyiapkan perlengkapan memasak, sedangkan aku dan adikku pergi bermain di sekitar hutan, sebelum kami pergi ibu memperingatkan kami agar tidak bermain terlalu jauh dari villa.
Sore hari telah tiba, kami pun kembali ke villa.
Ayah juga kembali dengan membawa banyak kayu bakar dan membawa sebuah jamur yang ia temukkan di hutan, tak tahu jamur apa itu, tapi kelihatannya lezat bila disantap.
Kami pun menyantap hidangan makan malam bersama-sama. Setelah selesai, kami pun pergi ke teras depan villa untuk menikmati keindahan langit malam yang disinari cahaya bulan disertai dengan keheningan yang syahdu.
Ayah juga kembali dengan membawa banyak kayu bakar dan membawa sebuah jamur yang ia temukkan di hutan, tak tahu jamur apa itu, tapi kelihatannya lezat bila disantap.
Kami pun menyantap hidangan makan malam bersama-sama. Setelah selesai, kami pun pergi ke teras depan villa untuk menikmati keindahan langit malam yang disinari cahaya bulan disertai dengan keheningan yang syahdu.
"Auuuuuuuuuu"
Suara itu tiba-tiba muncul dan memecah kesunyian malam. Ya, itu adalah suara lolongan serigala. Sontak saja hal itu membuat kaget. Kami semua tak bergidik di buatnya.
Ku lihat posisi adikku sudah memeluk erat tubuh Ibuku. Ia tampak ketakutan sekali. Tubuh ku pun seketika langsung merinding.
Ayahku berusaha menenangkan kami dan meyakinkan bahwa semua baik-baik saja.
Ia mengambil senter dan kapak lalu pergi ke arah hutan. Kami semua mencegahnya agar tidak pergi, namun Ayah tetap bersikeras.
"Kemana Ayah pergi?".
Ku lihat posisi adikku sudah memeluk erat tubuh Ibuku. Ia tampak ketakutan sekali. Tubuh ku pun seketika langsung merinding.
Ayahku berusaha menenangkan kami dan meyakinkan bahwa semua baik-baik saja.
Ia mengambil senter dan kapak lalu pergi ke arah hutan. Kami semua mencegahnya agar tidak pergi, namun Ayah tetap bersikeras.
"Kemana Ayah pergi?".
Sudah satu jam Ayah tak kembali,
kami semua cemas "apa yang sedang terjadi di luar sana ?".
Hari sudah sangat malam, kami terlalu takut untuk pergi keluar sana.
Kami semua berkumpul di ruang tengah dan menunggu. Tiba-tiba Adikku ingin pergi ke WC dan meminta Ibu untuk menemaninya. Tersisa aku sendiri di ruang tengah.
Pikiran ku tak karuan, diselimuti oleh rasa ketakutan, membayangkan bahwa sesuatu yang menyeramkan akan terjadi.
kami semua cemas "apa yang sedang terjadi di luar sana ?".
Hari sudah sangat malam, kami terlalu takut untuk pergi keluar sana.
Kami semua berkumpul di ruang tengah dan menunggu. Tiba-tiba Adikku ingin pergi ke WC dan meminta Ibu untuk menemaninya. Tersisa aku sendiri di ruang tengah.
Pikiran ku tak karuan, diselimuti oleh rasa ketakutan, membayangkan bahwa sesuatu yang menyeramkan akan terjadi.
Tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh suara berisik, tampaknya berasal dari luar. Suara itu terdengar seperti suara menggeram. Tubuh ku gemetar, aku pun tertunduk dan menutup telinga ku, namun aku masih tetap penasaran "suara apakah itu ?".
Dengan sisa keberanian, perlahan aku mendekatkan tubuhku ke jendela dan mencoba untuk melihatnya. Aku tak percaya dengan apa yang kulihat, sesosok makhluk penuh bulu tinggi besar, tampak gigi taring yang tajam, dan bercakar.
Kepalanya menyerupai SERIGALA.
Dengan sisa keberanian, perlahan aku mendekatkan tubuhku ke jendela dan mencoba untuk melihatnya. Aku tak percaya dengan apa yang kulihat, sesosok makhluk penuh bulu tinggi besar, tampak gigi taring yang tajam, dan bercakar.
Kepalanya menyerupai SERIGALA.
Aku terdiam sesaat, tak sanggup rasanya untuk berteriak, kemudian segera ku berlari menuju WC untuk menemui Ibu dan Adikku. Sesampainya disana aku malah tak menemukan mereka. Aneh sekali, "mereka menghilang". Tak tahu harus berbuat apa, aku menyenderkan tubuhku ke pintu WC dan menangis tersedu-sedu.
Suara geraman itu kini terdengar lagi, kali ini lebih dekat. Tanpa ku sadari makhluk itu sepertinya sudah masuk kedalam rumah ku, aku pun panik dan tanpa pikir panjang, langsung berlari menuju dapur yang letaknya tak jauh dari WC. kubuka jendela, kemudian berlari secepat mungkin ke arah hutan,
Suara geraman itu kini terdengar lagi, kali ini lebih dekat. Tanpa ku sadari makhluk itu sepertinya sudah masuk kedalam rumah ku, aku pun panik dan tanpa pikir panjang, langsung berlari menuju dapur yang letaknya tak jauh dari WC. kubuka jendela, kemudian berlari secepat mungkin ke arah hutan,
seorang diri....
Pagi nya aku terbangun di dalam sebuah mobil jeep, tampaknya ini adalah mobil pengawas hutan. Mereka menemukan ku ketika aku pingsan di tengah hutan. lalu mereka mengatakan bahwa keluarga ku sekarang sedang berada di kantor pengawas hutan.
Syukur lah mereka semua baik-baik saja. Aku menceritakan tentang semua kejadian yang kualami semalam. Namun, pengawas hutan masih tetap heran dan tak percaya,
Mereka juga telah mendengar cerita yang sama dari keluarga ku dan selama ini tak pernah mereka temukan ada Serigala yang tinggal di hutan ini.
Syukur lah mereka semua baik-baik saja. Aku menceritakan tentang semua kejadian yang kualami semalam. Namun, pengawas hutan masih tetap heran dan tak percaya,
Mereka juga telah mendengar cerita yang sama dari keluarga ku dan selama ini tak pernah mereka temukan ada Serigala yang tinggal di hutan ini.
"Sebenarnya apa yang terjadi ?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar