Sudah lama sekali tidak memposting sebuah tulisan disini karena kesibukan yang padat (harap maklum lah ya). Kali ini ada review event sebuah gigs Noise Experimental yang jarang sekali diadakan di Kota kita tercinta ini.
Untuk tajuk event ini adalah NOISEVEMBER yang dimeriahkan dengan tiga line up noise act lokal dan dua noise act Internasional.
Acara berlangsung di venue baru yang bernama Jenggala Community Hub. Sebenarnya venue ini masih belum diresmikan, tetapi pihak pengelola membolehkan tempatnya untuk digunakan duluan.
Di mulai tepat pada pukul 20.00 di awali dengan perform dari Sarana yang saat ini formasi Sarana telah berubah dari trio menjadi duo karena salah satu personilnya, Istanara sedang menjalani kesibukkannya yang tiada henti, dan membuat ia tidak dapat hadir saat ini.
Duo Sarana yang terdiri dari Annisa Maharani dan Sabrina Eka memainkan bebunyian dark ambient nan kelam dan mencekam ditambah dengan gesekan noise dari contact mic yang di buat dalam bentuk seperti spring pecut dan Poke Ball (benda dari serial animasi Pokemon), menambah suasana makin gelap dan kengerian.
Selanjutnya, performer kedua dari penggiat harsh noise, Jeritan. Project dari Faturrahman Alifadzri Arham ini memainkan set harsh noise gaya cut up dengan liar dan agresif. Menggunakan Spring Contact Mic ditambah beberapa pedal effect dan synth membuat bebunyian yang kacau dan bising.
Setelah itu, ada performer baru yang ini merupakan panggung pertama nya dalam show eksperimental yaitu Tekeliway.
Berkolaborasi dengan seorang kawannya yang bernama Saprol, memainkan
suara-suara aneh nan unik dari instrumen yang ia buat sendiri dipadu
dengan raungan distorsi gitar dari Lutfi Maulidi alias Tekeliway.
Kemudian, tiba saatnya penampilan performer dari luar negeri yaitu Kiran Arora (US) dengan set alat yang bisa mengolah suara cassette tape menjadi bebunyian yang menggelegar yang mampu membuat telinga para audience menjadi berdenging.
Penampilan terakhir dari VX Bliss (US). Set Mbak ini menggunakan synth modular dan sampler membuat penampilan mbaknya ini semakin memukau.
Gigs ditutup dengan acara foto bersama dan pergi makan Nasi kuning beramai-ramai.
Sarana
Foto oleh : Astrojo
Jeritan
Foto oleh : Achmad K. Farouk
(Kiri - kanan) Tekeliway & Saprol
Foto oleh : Achmad K. Farouk
Dalam rangka perayaan 3 tahun sudah perjalanan di dunia experimental noise, Jeritan merilis "3 Years compilation". Sebuah album kompilasi yang merupakan kumpulan track-track pilihan yang sudah dirilis selama 3 Tahun terakhir ini. 13 track diambil dari kompilasi, split album, dan EP album. Album kompilasi ini dirilis dalam format digital.
3 Years Compilation
Track list :
1. Misanthropy - 11 Detik Haram #3 by Mindblasting Records (2014)
2. The Strongest Effect - self released on Soundcloud (2014) & VA Kuschelnoise 001 by Shit Noise Records (2015)
3. Dissonance - VA Loudness War: Judgment Day compilation by Loudness Records (2014)
4. Become the Nightmare - VA Indonesian Drone compilation (2014)
5. Entrance of Nightmare - Jeritan / Sorrow split album (2014)
6. Jagal Maut - VA It’s About Noise II by Susu Ultrarock Records (2014)
7. Stabbing in the Dark - First Wave EP by Loudness Records (2015)
8. Geram Mencekam - Dread Atmosphere EP (2015) & Telepathy Never Came Easy compilation by Fein Recording (2015)
9. Howl of Affliction - Jeritan / Architeuthis Dux split album (2016) & VA Shit Trash 8 compilation by Shit Trash DIY (2015)
10. Iratus - self released on soundcloud (2015) & VA Noise Punxxx 9 by Shit Noise Records (2015)
11. Dark matter - VA Indonoisia: Indonesian Noise & experimental Sounds by Harsh Noise Movement (2016)
12. Distressed - Jeritan / Aborstench split (2016)
13. *Wretched - VA Shit Off ! by Shit Noise Records (2016) &
Hypertragical VA Auh Rakai compilation by Rumah Teman Records (2016)
*Karena kesalahan, track ini jadi mempunyai dua nama
Aku dan keluargaku pergi berlibur ke kawasan hutan lindung. Disitu kami menyewa sebuah villa yang tidak terlalu besar, terdiri dari satu ruang tengah dan dua kamar, lumayan nyaman untuk ditinggali beberapa hari. Ketika sampai kami langsung membagi tugas. Ayah ku mencari kayu bakar, Ibu menyiapkan perlengkapan memasak, sedangkan aku dan adikku pergi bermain di sekitar hutan, sebelum kami pergi ibu memperingatkan kami agar tidak bermain terlalu jauh dari villa.
Sore hari telah tiba, kami pun kembali ke villa. Ayah juga kembali dengan membawa banyak kayu bakar dan membawa sebuah jamur yang ia temukkan di hutan, tak tahu jamur apa itu, tapi kelihatannya lezat bila disantap. Kami pun menyantap hidangan makan malam bersama-sama. Setelah selesai, kami pun pergi ke teras depan villa untuk menikmati keindahan langit malam yang disinari cahaya bulan disertai dengan keheningan yang syahdu.
"Auuuuuuuuuu"
Suara itu tiba-tiba muncul dan memecah kesunyian malam. Ya, itu adalah suara lolongan serigala. Sontak saja hal itu membuat kaget. Kami semua tak bergidik di buatnya. Ku lihat posisi adikku sudah memeluk erat tubuh Ibuku. Ia tampak ketakutan sekali. Tubuh ku pun seketika langsung merinding. Ayahku berusaha menenangkan kami dan meyakinkan bahwa semua baik-baik saja. Ia mengambil senter dan kapak lalu pergi ke arah hutan. Kami semua mencegahnya agar tidak pergi, namun Ayah tetap bersikeras. "Kemana Ayah pergi?".
Sudah satu jam Ayah tak kembali, kami semua cemas "apa yang sedang terjadi di luar sana ?". Hari sudah sangat malam, kami terlalu takut untuk pergi keluar sana. Kami semua berkumpul di ruang tengah dan menunggu. Tiba-tiba Adikku ingin pergi ke WC dan meminta Ibu untuk menemaninya. Tersisa aku sendiri di ruang tengah. Pikiran ku tak karuan, diselimuti oleh rasa ketakutan, membayangkan bahwa sesuatu yang menyeramkan akan terjadi.
Tiba-tiba saja aku dikejutkan oleh suara berisik, tampaknya berasal dari luar. Suara itu terdengar seperti suara menggeram. Tubuh ku gemetar, aku pun tertunduk dan menutup telinga ku, namun aku masih tetap penasaran "suara apakah itu ?". Dengan sisa keberanian, perlahan aku mendekatkan tubuhku ke jendela dan mencoba untuk melihatnya. Aku tak percaya dengan apa yang kulihat, sesosok makhluk penuh bulu tinggi besar, tampak gigi taring yang tajam, dan bercakar. Kepalanya menyerupai SERIGALA.
Aku terdiam sesaat, tak sanggup rasanya untuk berteriak, kemudian segera ku berlari menuju WC untuk menemui Ibu dan Adikku. Sesampainya disana aku malah tak menemukan mereka. Aneh sekali, "mereka menghilang". Tak tahu harus berbuat apa, aku menyenderkan tubuhku ke pintu WC dan menangis tersedu-sedu. Suara geraman itu kini terdengar lagi, kali ini lebih dekat. Tanpa ku sadari makhluk itu sepertinya sudah masuk kedalam rumah ku, aku pun panik dan tanpa pikir panjang, langsung berlari menuju dapur yang letaknya tak jauh dari WC. kubuka jendela, kemudian berlari secepat mungkin ke arah hutan,
seorang diri....
Pagi nya aku terbangun di dalam sebuah mobil jeep, tampaknya ini adalah mobil pengawas hutan. Mereka menemukan ku ketika aku pingsan di tengah hutan. lalu mereka mengatakan bahwa keluarga ku sekarang sedang berada di kantor pengawas hutan. Syukur lah mereka semua baik-baik saja. Aku menceritakan tentang semua kejadian yang kualami semalam. Namun, pengawas hutan masih tetap heran dan tak percaya, Mereka juga telah mendengar cerita yang sama dari keluarga ku dan selama ini tak pernah mereka temukan ada Serigala yang tinggal di hutan ini.