LOUDNESS WAR : JUDGEMENT DAYSabtu, 21 JUNI 2014
Rep. Campus cafe (Backyard Stage)
Loudness War kembali lagi ! dan kali ini dengan tema "Judgement Day" atau hari pembalasan. Tema tersebut dipilih sebagai pembalasan dendam mereka, karena sudah lama tidak membuat acara. Sesuai dengan namanya, Loudness War adalah acara yang menampilkan musisi yang memainkan sesuaraan nan berisik dan unik. Ada yang spesial dari Loudness War kali ini yaitu ada kompilasi dari event ini di kemas dalam format CDr dan diberikan secara gratis bagi yang datang ke venue. Acara diadakan di Backyard Stage Rep. Campus Cafe. Ada 5 penampil yang terlibat dalam acara ini yaitu : Theo Nugraha, Jeritan, Astrojo, Sabrina, dan Prolyphonic. Berikut ulasan singkat tentang acara ini :
Loudness War: Judgement Day Stage. Sangat ken666erian
- SABRINA
Penampil pertama dan satu-satunya performer wanita yang paling cantik dalam acara ini. Membuka suasana malam menjadi kelam dengan dark ambient nan suram yang dibawakan oleh neng Sabrina, membuat seluruh bulu roma orang-orang di sekitarnya jadi merinding. Keadaan semakin seram ketika Sabrina memainkan anthem nya mba Kunti yaitu "Lengsir Wengi". Wiii seraam....
- ASTROJO
Performer kedua dalam acara ini menghadirkan musik chiptune 8-Bit yang catchy. Astrojo membawakan lagu-lagu bertempo up beat. Penampilan Astrojo yang liar, agresif, dan enerjik membangkitkan suasana menjadi panas ditambah Astrojo tampil memakai jacket tebal ala musim dingin (hehehe).
-THEO NUGRAHA
Berikutnya, salah satu punggawa noise experimental. Dengan menggunakan instrumen seperti keyboard mainan Casio, Nintendo DS, Efek digital, dan Theremin. Theo Nugraha memainkan sound noise yang unik dan lebih experimental. Dentingan suara dari Casio yang dipadukan oleh suara khas theremin menjadikan suasana semakin berisik.
- JERITAN
Mengawali penampilannya dengan berkolaborasi bersama Theo Nugraha, Jeritan tampil liar bersama teriakan nya. Walau sempat mengalami beberapa kendala teknis dalam performa nya, Jeritan tetap memukau dengan membuat suara bising yang tak nyaman didengar.
Mengawali penampilannya dengan berkolaborasi bersama Theo Nugraha, Jeritan tampil liar bersama teriakan nya. Walau sempat mengalami beberapa kendala teknis dalam performa nya, Jeritan tetap memukau dengan membuat suara bising yang tak nyaman didengar.
- PROLYPHONIC
Performer terakhir yang menyajikan suasana segar dan santai dalam acara ini. Nama Prolyphonic sendiri diambil dari kombinasi nama panggilan sang artist yaitu "Saprol" dan musik Polyphonic yang ia mainkan. Nada - nada indah nan sejuk menyegarkan suasana malam itu bagai berada di tengah hutan tropis. Di sesi terakhir ini Prolyphonic mengcover lagu daerah yaitu "Gundul - gundul pancul" sebagai penutup yang manis.



Tidak ada komentar:
Posting Komentar